Metode Pemadaman Kebakaran

Teknik pemadaman kebakaran adalah suatu teknik menghentikan reaksi pembakaran nyala api. Memadamkan kebakaran dapat dilakukan dengan prinsip menghilangkan salah satu atau beberapa unsur dalam proses nyala api . Pembakaran yang menghasilkan nyala api bisa dipadamkan dengan menurunkan temperatur (cooling), dilusi, isolasi oksigen ( smoothering ) , menghilangkan atau memindahkan bahan bakar (starvation), dan memutuskan reaksi rantai kimia (break chain reaction . Teknik pemadaman dilakukan dengan media yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemadaman tersebut.

 

Metode Pemadaman Kebakaran

 

Metode Pemadaman Kebakaran

1.Pendinginan (Cooling)

Metode pemadaman dengan menurunkan temperatur permukaan benda yang terbakar. Biasanya dengan menyemprotkan air.

Metode pemadaman kebakaran yang paling umum adalah pendinginan dengan air. Proses pemadaman ini tergantung pada turunnya temperatur bahan bakar sampai ke titik dimana bahan bakar tersebut tidak dapat menghasilkan uap gas untuk pembakaran. Bahan bakar padat dan bahan bakar cair dengan titik nyala (fire point) tinggi bisa dipadukan dengan mendinginkannya. Kebakaran yang melibatkan cairan dan gas-gas yang mudah menyala yang rlah titik nyalanya tidak dapat dipadamkan dengan mendinatannya dengan air karena produksi uap tidak dapat cukup dikurangi Penurunan temperatur beruntung pada penyemprotan aliran yang cukup dalam bentuk yang benar gar dapat membangkitkan  keseimbangan panas negatif.
 

2. Isolasi Oksigen ( Smothering/  Isolation )

Menutupi permukaan benda yang terbakar dengan serbuk atau busa untuk memutuskan kontak dengan oksigen. Dapat juga dengan menutupi dengan fire blanket atau karung basah.

 

3. Mengambil/Memindahkan Bahan Bakar (Starvation)

Dalam beberapa kasus, kebakaran bisa dipadamkan dengan efektif dengan menyingkirkan sumber bahan bakar. Pemindahan bahan bakar ini tidak selalu dapat dilakukan karena dalam prakteknya mungkin sulit. sebagai contoh: memindahkan bahan bakar, yaitu dengan menutup membuka kerangan, memompa minyak ke tempat lain
memindahkan bahan-bahan yang mudah terbakar dan lain lain. 
Cara lain yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan sumber bahan bakar adalah dengan menyiram bahan bakar yang terbakar tersebut dengan air atau dengan membuat busa yang dapat menghentikan/memisahkan minyak dengan daerah pembakaran  atau dengan menghentikan aliran bahan bakar cair atau gas atau dengan menyingkirkan bahan bakar padat dari jalur api .

 

4. Memecahkan Rantai Reaksi Kimia ( Breaking Chain Reaction )

Metode pemutusan rantai reaksi adalah dengan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas pemicu rantai reaksi api. Metode ini menggunakan bahan dasar Halon. Akan tetapi saat ini penggunaan Halon sedang dibatasi karena dapat menimbulkan efek rumah kaca.

Cara yang terakhir untuk memadamkan api adalah dengan mencegah terjadinya reaksi rantai di dalam proses pembakaran. Pada beberapa zat kimia mempunyai sifat memecah sehingga terjadi reaksi rantai oleh atom-atom yang dibutuhkan oleh nyala api untuk tetap terbakar. Beberapa bahan pemadam seperti bahan kimia kering dan hidrokarbon terhalogenasi halon) akan menghentikan reaksi kimia yang menimbulkan nyala api sehingga akan mematikan nyala api tersebut. Cara pemadaman ini efektif untuk bahan bakar gas dan cair karena keduanya akan menyala dahulu sebelum terbakar. Bara api tidak mudah dipadamkan dengan cara ini, karena saat halon tertutup, udara mempunyai jalan masuk pada bahan bakar yang sedang membara dan berlanjut sampai membakar.

5. Dilusi/ Pembatasan Oksigen ( Dilution )

Metode dilusi adalah metode memadamkan api kebakaran dengan cara meniupkan inert gas untuk menghalangi unsur gas Oksigen  menyalakan api. Media yang digunakan pada metode ini adalah gas CO2.

Inert Gas adalah gas atau campuran bermacam-macam gas yang dapat mempertahankan kadar oksigen dalam presentase rendah sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan atau kebakaran. Sedangkan kondisi Inert adalah kondisi dimana kadar oksigen pada tangki muatan dipertahankan dalam kadar 8% atau kurang dibandingkan dengan jumlah volume gas yang ada pada atmosfer tangki muatan tersebut.